"Article ZoOm"

Thursday, 14 March 2013


PELUNCUR GRANAT RPG-32 "HASYIM"


Peluncur Granat RPG-32 "Hasyim" serbaguna (multipurpose) dikembangkan antara tahun 2005 dan 2007 oleh sebuah organisasi Rusia milik negara FGUP 'Bazalt' karena permintaan dibawah kontrak atas Yordania dan Meksiko. Setelah peluncur granat RPG-32 telah diberikan pada tahun 2008, produksi massal RPG-32 dan amunisinya mulai dibuat sendiri oleh Yordania dan Meksiko di bawah lisensi Rusia. Di Argentina RPG-32 dibuat oleh "BUMN" Argentina yaitu "FMFLB" untuk angkatan darat Argentina dan Marinir. Pada tahun 2010 lalu, Rusia memasok Libanon dengan 1500 unit RPG-32.

Peluncur granat/roket RPG-32 "Hasyim" telah diperkenalkan secara umum pada 2008 lalu. Dinamai "Hasyim" karena permintaan kontrak dari Yordania merujuk kepada salah satu nama kakek buyut nabi Muhammad. Fitur utama dari RPG-32 "Hasyim" dapat menggunakan roket 2 kaliber sekaligus yaitu 72, 5 dan 105. Semua pengoperasian kaliber dilengkapi dengan starter.

RPG-32 dilengkapi dengan penglihatan reflektor standar sehingga pengguna (grenadier) tidak perlu menutup satu mata ketika membidik sasaran. Ketika dibawa, reflektor dilipat dalam peluncur. Modus malam juga dapat dipasang. Jadi RPG-32 "Hasyim" adalah peluncur roket yang mudah dioperasikan, mudah di mobilisasi dan efektif untuk MBT modern, kendaraan tempur lainnya, pasukan di balik bangunan dan bunker. RPG-32 beroperasi dengan 2 putaran amunisi hulu ledak thermobaric yang dirancang untuk dapat menembus lapis baja setebal 700mm (wuih....).








Karakteristik
Kaliber: 72-105 mm
Panjang dengan kontainer: 1200 mm
Berat Peluncur: 6-10 kg
Jangkauan: hingga 700 m

Sumber: Artilari

Labels:


RPG-7 (FENOMENAL)


RPG-7 (bahasa Rusia: РПГ-7), adalah granat berpeluncur roket anti tank yang diluncurkan dari pundak yang banyak diproduksi. Senjata ini dirancang oleh Uni Soviet, dan nama panjangnya adalah Ручной Противотанковый Гранатомёт atau Ručnoj Protivotankovyj Granatomjët, yang artinya "peluncur granat anti tank genggam".

Senjata ini dikenal memiliki daya tahan tinggi, sederhana, murah, dan efektif, sehingga menjadi granat berpeluncur roket yang paling banyak dipakai di dunia. Ada sekitar 40 negara yang memakai RPG-7, dan senjata ini diproduksi di sembilan negara. RPG-7 dipakai dalam berbagai konflik di dunia sejak pertengahan 1960-an, dari Perang Vietnam sampai Perang Afganistan dan Perang Irak masa kini.RPG-7 pertama kali diperkenalkan oleh Uni Soviet pada tahun 1961 dan dipakai pada tingkat regu. Konsep awal senjata ini dibuat berdasarkan senjata era Perang Dunia II, yaitu Bazoka Amerika Serikat dan Panzerfaust Jerman.

Sejarah Latar belakang

Teknologinya RPG diadopsi dari pengembangan bazoka, yakni memanfaatan tabung hampa berukuran panjang untuk melontarkan proyektil berisi bahan peledak berkekuatan besar. Rancangan senjata baru yang disebut proyektil dengan isian penembus (hollow charge) memungkinkan lapisan baja kendaraan dapat dilumatkan dengan sejumlah kecil bahan peledak.

Prinsip kerja yang dikenal sebagai efek Monroe banyak mengalami kendala. Kecepatan jelajahnya lebih rendah dibandingkan proyektil meriam biasa. Hal ini mendorong upaya pengembangan lanjutan yang berujung pada sistem senjata anti tank perorangan konvensional tanpa mekanisme kendali.

Selain itu dikenal pula sistem senjata peluncur hulu ledak isian tabung hampa yang mengaplikasikan prinsip senjata tanpa tolak balik (recoilless). Gaya tolak balik yang timbul saat penembakan diredam oleh gas bertenaga besar yang juga timbul saat itu. Tak pelak proyektil yang keluar dari tabung peluncur tanpa disertai hentakan memang berisiko terganggu tingkat akurasi bidikannya.

Pengembangannya menghasilkan Reaktivny Protitankovy Granatze Vzor 2 (RPG-2) di awal tahun 1946. RPG-2 dapat diisi ulang dengan memasang kembali satu unit amunisi di moncong tabung peluncurnya. Walaupun populasinya sudah jauh berkurang, senjata yang ditembakkan dengan cara disandang pada bahu ini masih dapat dijumpai di sejumlah wilayah rawan konflik.

RPG 7


Perancangan RPG-7

RPG-7 dihasilkan lewat pengembangan RPG-2. Kelebihannya ditekankan pada jangkauan jelajah yang lebih baik dan kemampuan tembus lapisan baja yang lebih tebal. Generasi pertamanya, RPG-7V, memiliki dimensi yang sama dengan RPG-2. Muncul di tahun 1962, sejatinya wujud fisik RPG-7 tak banyak beda dengan RPG-2, hanya berbeda bentuk kepala hulu ledaknya, penggantian jenis proyektil dari HE (high explosive) menjadi HEAT (HE Anti-Tank) dan sedikit modifikasi pada tabung peluncurnya. Tujuannya agar jangkauan jelajah dan kemampuan tembus lapisan bajanya meningkat dengan signifikan.

Generasi selanjutnya mengalami sejumlah perubahan fisik yang cukup signifikan. Penampilan tabung peluncurnya mengalami modifikasi. Mulai dari kerucut pelindung semburan api pada knalpot (blast shield), lapisan kayu peredam panas yang kian tebal, hingga tambahan satu buah gagang pistol di belakang gagang terdahulu tempat picu.

Gagang tambahan ini tempat alat pengaktif empat buah sirip kecil yang ada di bagian penghujung tongkat luncur. Berhubung jarak tembak efektifnya juga makin jauh, ambang terendah skala bidik tak lagi 50 melainkan 100, dan nilai tertinggi mencapai 500 terbagi dalam lima selang (interval).

Kemajuan RPG 7 lainnya ialah teropong bidik NSP-2/R dengan skala perbesaran hingga dua setengah kali (pemakaian siang hari) atau teropong PRO-7 yang dapat berpendar pada malam hari. Jika diperlukan, teropong bidik dapat dibongkar dari kedudukannya mengikuti ”jejak” tabung peluncurnya yang dapat dibongkar menjadi dua bagian agar dapat dikemas ringkas. Contohnya ialah RPG 7D (Desantnaya) yang dirancang bagi pasukan lintas udara.

Amunisi RPG 7 ada empat ragam yang dibedakan lewat pemakaiannya. Amunisi latih sama sekali tidak berisi bahan peledak dan butuh dorongan tenaga proyektil peluru senapan serbu AK-47 kaliber 7.62 milimeter agar dapat melesat dari moncong tabung peluncur.


Amunisi 

Dua jenis amunisi lainnya merupakan amunisi baku anti tank, yakni PG7 dan PG7M. Meski keduanya sama-sama berjenis proyektil HEAT, yang tersebut belakangan memang lebih ramping tapi punya setumpuk kelebihan. Sementara jenis amunisi terakhir, OG7, kepala hulu ledaknya lebih kecil dan dipakai melumpuhkan pasukan infanteri. Bentuknya mirip pensil berukuran raksasa. Garis tengah kepala hulu ledaknya sekitar 40 sentimeter.

Ketiga ragam amunisi sungguhan ini dilengkapi sumbu bentur tunda (delayed impact fuze) yang cara kerjanya cukup sederhana – layaknya proyektil mortir – menggantikan sumbu piezzo electric bawaan RPG 2, PG7, PG7M, dan OG7 punya prinsip kerja yang sama.

Beberapa saat usai picu ditarik dan sirip kecil diaktifkan, tongkat luncur mulai berputar pelan (dengan bantuan sirip kecil) meski amunisi belum sepenuhnya melesat meninggalkan tabung peluncur. Saat separuh bagian tongkat luncur keluar dari tabung, keempat sirip utama mulai mekar dan bertindak sebagai stabilisator arah luncur. Setelah jarak 11 meter terlampaui, motor roket di dalam kepala proyektil teraktifkan.

Tongkat luncur lepas dan proyektil kemudian melesat sendiri menuju sasaran dengan bantuan motor kecil. Jangkauan tembak efektif amunisi PG7 dan PG7M 300 meter untuk sasaran bergerak dan 500 meter untuk sasaran diam. Sementara jangkauan tembak OG7 hanya separuhnya. Bila luput menghantam sasaran, tak sampai lima detik proyektil ini bakal meledak dengan sendirinya. Cara ini biasanya digunakan operator RPG-7 untuk menghantam infantri, dimana RPG-7 dilontarkan dengan lintasan parabola.

RPG7

Untuk menghadapi tank yang dilapisi dengan baja reaktif, terdapat amunisi khusus RPG-7 dengan peledak ganda dimana ledakan pertama untuk melumpuhkan lapisan baja reaktif pelindung tank sementara ledakan kedua digunakan untuk menghancurkan atau menembus baja tank. Namun meski tidak memiliki amunisi khusus, beberapa pasukan gerilyawan disebut-sebut memiliki cara lain untuk melumpuhkan tank yang dilengkapi lapisan baja reaktif. Langkah yang populer adalah menyiapkan tiga penembak RPG -7 yang diarahkan pada satu titik pada tank. Tembakan pertama digunakanan untuk melumpuhkan baja reaktif pelindung tank, sementara tembakan berikutnya digunakan untuk menghancurkan tank. Langkah ini digunakan oleh gerilyawan Tadjikistan ketika melumpuhkan sebuah tank T-72 yang dilengkapi baja reaktif meski keakuratan langkah ini disebut-sebut oleh kalangan militer sulit dilakukan mengingat untuk menembakan tiga RPG-7 pada satu titik pada tank yang bergerak sulit dilakukan.





RPG-7
Rpg-7.jpg
RPG-7V sitaan Angkatan Darat Amerika Serikat.
TipeGranat berpeluncur roket
Negara asal Uni Soviet
Sejarah pemakaian:
Masa penggunaan1961–sekarang
Sejarah produksi:
Varian
RPG-7V2 (model terkini)

RPG-7D3 (lintas udara)
Type 69 RPG (Cina)
Spesifikasi
Berat7 kg
Panjang950 mm

Kaliber40 mm
Kecepatan peluru115 m/s
Jarak jangkauan~ 920 m (meledakkan diri)
Alat bidik
Alat bidik teleskopik UP-7V


Sumber: http://id.wikipedia.org

Labels:

Tuesday, 8 January 2013

SEJARAH SENAPAN ANTI TANK


Senapan anti tank lahir di penghujung perang dunia I ketika pasukan Jerman harus menghadapi penemuan baru Inggris yaitu Tank. Karena susahnya komunikasi pada waktu itu dan sulitnya memobilisasi artileri dalam waktu cepat untuk menghadapi tank, maka diciptakanlah sebuah senjata yang relatif ringan, mudah di mobile dan mampu menembus dinding tank.


Karena Jerman adalah negara pertama yang mengetahui "business end"nya Inggris yaitu tank, maka merekalah yang pertama kali mengembangkan senjata praktis untuk melawan tank yaitu TANK ABWEHR GEWER (Senapan Anti Tank) yang dikenal sebagai MAUSER T-GEWEHR. Senjata ini pada dasarnya sama saja dengan senapan konvensional hanya saja dirancang khusus dengan amunisi yang lebih besar yaitu 13mm yang mampu menembus lapisan tank Inggris kontemporer (ketebalan sekitar 12 mm) setidaknya menyebabkan dampak/kerusakan pada kru dan peralatan tank.


Pasukan Inggris dengan .55 (13.9mm) Senapan Anti Tank BOYS


Pasukan Sovyet dengan 14.5mm. Senapan Anti Tank PTRD.

T-GEWEHR menjadi pedoman untuk perkembangan senjata sekelasnya. Ukuran senapan anti tank ini terbilang cukup signifikan yaitu antara 1,5m s/d 2m atau bahkan lebih. Beberapa dari varian senapan anti tank ini mampu menembus ketebalan 300mm lapis baja pada kisaran 100m dan menjadikannnya masih cukup ampuh digunakan pada perang dunia II. Kaliber senjata ini berkisar antara 12,7 - 15mm.


Tentara Jerman dengan 7.92mm Senapan Anti Tank wz.35


Tentara Jerman dengan 7.92mm-39 Senapan Anti Tank PzB

Ada 2 inovasi/pemikiran untuk senapan anti tank ini. Yaitu inovasi pertama yang lebih menerapkan kecepatan peluru ketimbang kaliber. Yaitu kecepatan tembak 1100-1200m/s dengan peluru yang relatif ringan antara 12-14gr dengan kaliber 13-15mm. Tingkat recoil/hentakan mundur juga lebih rendah.Senapan anti tank jenis ini mendapat tempat di beberapa lingkup militer seperti Polandia dan Jerman pada awal perang dunia II.

Inovasi/pemikiran lainnnya lebih menerapkan proyektil yang lebih besar dan berat dengan kaliber kisaran 20mm. Kaliber yang besar memungkinkan untuk digunakan untuk beberapa jenis amunisi termasuk AP dan peledak tinggi menjadikannya sebagai pendukung infanteri yang handal. Beratnya sekitar 40-60kg dengan tingkat recoil yang tinggi pula. Satu hal, tingkat penetrasi yang rendah (lebih rendah dari inovasi pertama) menjadikannya tidak efektif untuk beberapa jenis tank seperti T-34 Sovyet, M4 Sherman dan TIII/TIV Jerman. Tapi masih tetap efektif digunakan sebagai anti tank ringan, mobil lapis baja dan kendaraan angkut personel dan parit-parit perlindungan.


Tentara dengan senapan Anti Tank Solothurn 20mm S18-100.


Tentara Jepang dengan senapan Anti Tank 20mm 97

Perkembangan berbagai hulu ledak, granat anti tank dan peluncur roket pada pertengahan perang dunia ke II, membuat senapan anti tank mulai ditinggalkan. Namun, beberapa waktu kemudian senjata sejenis muncul kembali di kalangan militer tapi bukan lagi sebagai anti tank melainkan sebagai senapan sniper jarak jauh yang dilengkapi dengan optical sight.


Target Point senapan Anti Tank

Labels: