"Article ZoOm"

Sunday, 10 March 2013





2 Caesar SPH 155 mm Tiba di Jakarta!

2 Caesar SPH 155 mm Tiba di Jakarta! (+Foto)

2 Unit Caesar SPH 155mm tiba di Lanud HPK Jakarta dengan menggunakan Pesawat Il-76 

2 howitzer tipe truck mounted berkaliber 155mm tiba di bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta diangkut dengan pesawat Rusia tipe Il-76. Howitzer Caesar buatan Nexter Prancis ini digolongkan sebagai Self Propelled Howitzer/howitzer yang dapat bergerak sendiri dengan bentuk yang lebih inovatif dibandingkan howitzer jenis tersebut yang sebelumnya menggunakan roda rantai (tracked).


Pesawat Il-76 yang mengangkut Caesar SPH 155mm



Sejalan dengan percepatan modernisasi TNI, maka Angkatan Darat direncanakan mendapatkan dua batalion howitzer Caesar ini. Satu batalion Artileri Medan terdiri dari 3 baterai, dimana 1 baterai terdiri dari 6 meriam, dengan demikian jumlah howitzer Caesar untuk TNI AD akan mencapai jumlah 36 unit.

Saat ini TNI AD memiliki 2 batalion howitzer gerak sendiri, masing-masing adalah Yon Armed 7/105 GS di Cikiwul Bekasi (Kodam Jaya), dan Yon Armed 5/105GS Cimahi Jawa Barat (Kodam Siliwangi). Howitzer yang digunakan adalah AMX Mk-61 eks Belanda berjumlah 50 unit yang diperoleh pada akhir 1970-an hingga tahun 1982. Howitzer beroda rantai dengan berat 13,7 ton ini memiliki meriam kaliber 105mm.





TNI-AD juga memiliki howitzer caliber 155mm tipe tarik (towed) yang diperoleh dari Singapura pada tahun 1997. Howitzer FH-88 ini (di Indonesia sering disebut FH-2000) mempunyai bobot 12,9 ton dan digunakan oleh Batalyon Armed 9 Kostrad di Sadang, Purwakarta.



Menilik dari jangkauan tembakan maka pilihan atas howitzer Caesar ini menjadikan korps Artileri Medan memiliki jangkauan tembakan yang meningkat drastis. Bila AMX Mk-61 hanya mempunyai jangkauan tembakan 15km, dan FH-88 mempunyai jangkauan tembakan maksimal 30 km, maka Caesar mampu melakukan tembakan dengan jangkauan hingga 42-50 km. Jauh-dekatnya jangkauan tembakan ditentukan pula oleh pilihan proyektil yang dipakainya.



Howitzer Caesar juga digunakan oleh Thailand, negeri gajah putih tersebut membeli 6 unit pada tahun 2006 dan semua unit telah diterima pada tahun 2010. Pembelian oleh Thailand ini merupakan perolehan order ekspor pertama-kali bagi Caesar.




Howitzer Caesar bersifat air-transportable, dapat diangkut dengan pesawat seperti C-130 Hercules ataupun A-400M, ini sangat memudahkan bagi howitzer ini untuk dapat disebar ke daerah konflik dengan cepat.


Dua howitzer Caesar yang telah datang di Indonesia ini akan mengikuti parade militer pada hari ulang tahun TNI tanggal 5 Oktober 2012. Setelah parade militer tersebut, Caesar dapat dilihat dari dekat oleh public pada Pameran Alutsista di Lapangan Monas pada tanggal 6-8 Oktober 2012.

1 dari 2 Caesar SPH pesanan TNI-AD tiba di Lanud HPK, Jakarta yang akan digunakan untuk parade HUT TNI 5 Oktober 2012

Sumber: Defense Studies
Sumber Foto: Angkasa Reader Community

Labels:

Tuesday, 8 January 2013

KOREA UTARA MEMPERSIAPKAN RUDAL YANG DAPAT MENCAPAI AS

Korea Utara sedang bersiap untuk meluncurkan sebuah rudal jarak jauh yang mampu mencapai target di Amerika Serikat. Satelit recoinnassance telah mengidentifikasi rudal besar pada fasilitas penelitian dan pengembangan pemerintah Korea Utara di Pyongyang, kata sumber pemerintah Korea Selatan kepada surat kabar Chosun ilbo. Analis memperkirakan senjata yang panjangnya 130 kaki dan dilengkapi dengan unit pendorong yang kuat, mampu mengantarkan hulu ledak lebih dari 6.200 mil.

Pyongyang telah meningkatkan ketegangan dengan pengumuman rencana mereka untuk meluncurkan roket di bulan ini untuk menempatkan satelit ke orbit.

Washington, Seoul dan Tokyo percaya bahwa peluncuran tersebut sebenarnya adalah tes rahasia dari rudal jarak jauh. Intelijen mendapatkan informasi bahwa roket Korea Utara yang sedang dipersiapkan untuk diluncurkan di fasilitas Tongchang-ri Aerospace ini memiliki panjang 105 kaki, identik dengan panjang rudal Taepodong-2 yang ditembakkan pada April 2009. Dengan jangkauan 4.163 mil, rudal Taepodong-2 menjadikannya rudal yang apling ampuh dalam sistem persenjataan Korea Utara.

Taepodong 2





Korea Selatan dan pejabat Amerika Serikat yakin Pyongyang akan memamerkan rudal baru yang lebih besar pada parade militer 15 April untuk menandai peringatan 100 tahun kelahiran Kim Il-Sung, pendiri bangsa atau pada tanggal 25 April yang menandai hari lahirnya Angkatan Bersenjata Korea Utara.

Sumber-sumber resmi mengatakan mereka belum dapat mengetahui secara pasti apakah rudal tersebut fungsional atau seukuran "mock-up".

Tokyo menanggapi serius ancaman rencana peluncuran peluncuran roket oleh Korea Utara yang kemungkinan akan dilaksanakan pada 12-16 April nanti. Tokyo mengirimkan 450 pasukan ke pulau selatan Ishigaki sebagai "man interceptor missiles".

Tokyo adalah menyebarkan state-of-the-art kapal perang Aegis di Laut China Timur untuk memantau peluncuran.

Pemerintah Jepang telah menyatakan akan menembak jatuh rudal tersebut jika mengancam wilayah Jepang. Sebelumnya Tokyo sudah menugaskan sebuah kapal perang Aegis di Laut Cina Timur untuk memantau peluncuran tersebut.

Kembali ke Indonesia, pemerintah kita juga turut khawatir dengan peluncuran roket Korea Utara tersebut. Bukan karena terlalu khawatir dengan stabilitas perdamaian di semenanjung Korea (dari dulu ya gitu-gitu aja) tapi karena menurut beberapa analisis pertahanan, bangkai roket tersebut diperkirakan akan jatuh ke wilayah Indonesia. Kita harapkan hal ini tidak terjadi.

Labels:

RUDAL BALISTIK DF-21D CHINA

Sejak Perang Dunia II berakhir, kekuatan Angkatan Laut Amerika Serikat memang tidak terbantahkan dan kapal induk mereka telah menjadi mahkota dunia. Namun, hari-hari dominasi Amerika ini bisa berakhir dengan munculnya rudal balistik baru China yaitu DF-21d. Rudal DF-21d adalah satu-satunya rudal balistik darat yang mampu menenggelamkan sebuah kapal induk sebesar empat setengah hektar hanya dengan satu kali tembakan.

Rudal balistik DF-21D yang merupakan varian D dari rudal Dong Feng-21 adalah yang pertama di dunia sebagai rudal balistik anti kapal (ASBM-anti ship ballistic missile). Jangkauan maksimumnya hingga 3.000 km dan mampu membawa hulu ledak hingga 500 kiloton. Rudal ini dikembangkan oleh Changfeng Mekanika dan Akademi Teknologi Elektronik China sebagai bagian dari upaya modernisasi militer besar-besaran negara itu. Inisiatif difokuskan terutama pada pengembangan teknologi rudal yang luar biasa.

Rudal Balistik DF-21D China

[df21.jpg]


China tidak menjelaskan cara kerja dari sistem rudal balistik baru ini. Para analis militer yakin bahwa semua itu tergantung China selama radar Horizon (OTH) mereka yang memantau wilyah 3.000 km dari Laut Cina Selatan, dimana wilayah tersebut diklaim oleh China. Sistem OTH memantulkan sinyal radar dari ionosfer untuk melihat kelengkungan bumi. Jika OTH mendeteksi suatu armada tempur kapal, sistem instigates dari perangkat satelit Yaogan yang mendeteksi daerah tersebut dan mengirimkan data untuk penargetan yang tepat.

Selain itu, ketika OTH mendeteksi armada yang mendekat, sistem ini akan meluncurkan serangkaian satelit mikro ke orbit rendah dimana hal tersebut akan membantu memperbaiki data penargetan lebih lanjut dan mengirimkan kembali data itu ke pusat komando darat. Selain semua itu, UAV juga akan diterbangkan untuk melacak armada tersebut. Setelah target terkunci, rudal diluncurkan dan hulu ledak dinavigasikan oleh radar aperture sintetis untuk menemukan kapal induk. Semua data yang dikirimkan adalah realtime, artinya minim kesalahan.

"Banyak yang khawatir jika China nantinya mengganti hulu ledak rudal DF-21D dengan hulu ledak nuklir, karena ini hal yang mudah bagi China"

Kemampuan rudal balistik ini dapat digunakan secara efektif oleh China untuk melumpuhkan intervensi kapal-kapal induk Amerika Serikat, katakanlah di selat Taiwan karena saat ini disinilah kemungkinan terjadinya bentrok antara militer China dan Amerika. Rudal balistik DF-21d ini juga dapat digunakan China sebagai "tongkat perintah" untuk menyelesaikan sengketa teritorial lokalnya.



Banyak komunitas keamanan yang khawatir dengan rudal balistik China ini, bahwa hulu ledaknya (FAE) dapat dengan mudah mereka (China) ganti dengan hulu ledak nuklir. Jika itu terjadi, maka akan Jepang dan India akan berlomba-lomba pula untuk menyaingi kekuatan China ini. Kita tahu selalu terjadi ketidakharmonisan hubungan kedua negara tersebut dengan China.

refernsi : [artileri]

Labels:

DAFTAR RUDAL MEMATIKAN RUSIA

S-18 NATO CODE NAME KAZOO KH-59


JENIS: Misil Anti Kapal
HULU LEDAK: 693 LB. KONVENSIONAL *
JANGKAUAN: 186 MIL LAUT
DIAMETER: 1,25 kaki
PANJANG : 18,45 kaki
BERAT: 2.046 kg
MESIN: SATURN 36 MT turbojet /  BOOSTER ROCKET SOLID
KONTROL: RADAR AKTIF
KECEPATAN: MACH .8 *

KH-59 awalnya dibuat untuk senjata Sukhoi SU-30MKK3 dengan radar baru dari radar sukhoi sebelumnya. Program Sukhoi SU-30MKK3 dibatalkan tapi rudal KH-59 "selamat".


KH-55 GRANAT - AS-15 KENT


JENIS: STRATEGIC LAND ATTACK CRUISE MISSILE
HULU LEDAK: Nuklir 200 Kiloton
JANGKAUAN: 1.550 mil laut
DIAMETER: 30 inci
PANJANG: 28,9 kaki 
BERAT: 3,750 pon
MESIN: TURBOFAN
KONTROL: INERTIAL AND DOPPLER RADAR DIGITAL SCENE IMAGE 

  MAPPING FOR LAND ATTACK ROLE
KECEPATAN: MACH .77

Granat KH-55 (AS-15 Kode NATO "kent") telah digunakan sejak tahun 1990an. Modifikasi terbarunya adalah X-55SM dengan perkiraan range 1.860 mil.

KH-55 telah digunakan Rusia sejak tahun 1984 sebagi rudal bersenjata nuklir. Rudal akurat itu membawa hulu ledak 200 kiloton nuklir. Setiap TU-95 Bomber dapat membawa hingga 6 rudal KH-55. TU-160 Blackjack supersonik dapat membawa 12 rudal KH-55.

Iran mengatakan telah membeli rudal jelajah jarak menengah yang dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir, menurut sebuah penelitian di Ukraina. Seorang politisi Ukraina mengatakan fakta bahwa Iran telah membeli rudal dengan jarak hingga 3.000 km dari Kiev. Setelah diidentifikasi, rudal tersebut adalah rudal jelajah KH-55.


SS-N-26 YAKHONT


JENIS: ANTI-SHIP/LAND ATTACK CRUISE MISSILE
HULU LEDAK: 440 LB. CONVENTIONAL OR NUCLEAR
JANGKAUAN: 162 mil laut
DIAMETER: 2,1 kaki
PANJANG : 30,5 kaki 
BERAT: 6.700 Pon/air launch

  8.598 Pon/sea launch
MESIN: RAMJET SUSTAINER/SOLID ROCKET BOOSTER
KONTROL: - ACTIVE/PASSIVE RADAR

  - DIGITAL SCENE IMAGE MAPPING FOR LAND ATTACK

  - TARGET INFO PASSED BY KONDOR-E SATELLITE
KECEPATAN: MACH 2.6
          
Rusia mengenalkan NPO MASH Yakhont-M rudal jelajah serangan supersonik land attack untuk ekspor. Yakhont dapat terbang rendah untuk menghindari radar. Rudal itu dpat terbang dengan kecepatan 2 Mach. Yakhont dapat diluncurkan dari udara dengan menggunakan sistem ALFA, dari laut dengan diluncurkan dari tabung atau dapat ditembakkan dari pantai. Yakont juga dapat ditembakkan dari torpedo standar dari kapal selam biasa.

Rusia juga menawarkan 4 pesawat TU-22M Backfire kepada Angkatan Laut India untuk serangan maritim. Pesawt Supersonik TU-22M Backfire Bomber mampu membawa senjata nuklir dan dapat meluncurkan beberapa rudal terbaru Rusia termasuk SS-N-26 Yakhont dan SS-N-22 Sunburn.


3M54E KLUB (NATO SS-N-27)


JENIS: ANTI-SHIP/LAND ATTACK CRUISE MISSILE MISSILE
HULU LEDAK: - ANTI-SHIP 440 LB. CONVENTIONAL HIGH EXPLOSIVE

  - LAND ATTACH 880 LB. CONVENTIONAL HIGH EXPLOSIVE
JANGKAUAN: 11O mil/anti kapal

  220 mil/land attack
WINGSPAN : 10,1 kaki
DIAMETER: 2,52 kaki
PANJANG : 27,9 kaki
BERAT : 4.400 pon
MESIN: - ANTI-SHIP SOLID ROCKET BOOSTER/TURBOJET  

    SUSTANINER/HYPERSONIC KILL VEHICLE 

    LAND ATTACK SOLID ROCKET BOOSTER/TURBOJET 
KONTROL: - ANTI-SHIP ACTIVE RADAR HOMING

  - LAND ATTACK INTERNAL/TERRIAN FOLLOWING RADAR
KECEPATAN: - MACH .6 TO .8 TURBOJET CRUISE

  - ANTI-SHIP THIRD STAGE KILL VEHICLE HYPESONIC
     MACH 2.9

     SEPERATES INSIDE LAST 15 N. MILES OF TARGET
                 
Rudal 3M-54E anti kapal ini dirancang untuk ditembakkan baik dari tabung standar vertikal kapal maupun melalui tabung torpedo kapal selam. Diluncurkan, lalu terbang rendah menghindari radar dengan kecepatan supersonik dan membunuh target dalam fase terminal akhir.

India dilaporkan telah membeli rudal 3M54 dari Rusia. Cina juga dilaporkan tertarik dengan rudal ini untuk mempersenjatai armada kapal selam angkatan lautnya.


S-300PMU (NATO SA-10C GRUMBLE)


JENIS: SURFACE TO AIR MISSILE
HULU LEDAK: 2 KILOTON NUCLEAR
JANGKAUAN: 50 mil
WING SPAN: 3,4 kaki
DIAMETER: 1,47 kaki
PANJANG : 22,9 kaki
BERAT: 3,262 pon
MESIN: SINGLE STAGE SOLID ROCKET
KONTROL: SECURE COMMAND GUIDANCE FLAP LID RADAR
KECEPATAN: MACH 5


Insinyur Almaz mengklaim S-300PMU-2 sistem dapat menemukan dan menghancurkan target siluman hingga 60 mil. Almaz (produsen) saat ini sedang mencoba untuk menjual S-300PMU-2 ke Cina.

Cina baru-baru ini memindahkan SA-10 (versi sebelumnya) ke pantainya yang berseberangan dengan Taiwan untuk melindungi pangkalan udara dan rudal nuklirnya. Iran juga membeli SA-10 dari Rusia. Analisis pertahanan AS kahawatir Iran akan menggunakan SA-10 untuk melindungi lokasi pengembangan rudal baru mereka yaitu Shahab-3 dan Shahab 4 dari serangan udara Israel ataupun Amerika.


R-73 (NATO AA-11 ARCHER)


JENIS: AIR-TO-AIR INFRA-RED HOMING MISSILE
HULU LEDAK: 50 LB. CONVENTIONAL
JANGKAUAN: 20 MILES
WING SPAN: 1 kaki 8 Inci
DIAMETER: 85 kaki
PANJANG : 9 kaki 6 inci
BERAT: 232 pon
MESIN : SINGLE STAGE SOLID ROCKET
KONTROL: I/R HOMING INTERCEPTOR MISSILE
KECEPATAN: MACH 4
             

R-77 (NATO AA-12 ADDER) "AMRAMMSKY"


JENIS: AIR-TO-AIR ACTIVE RADAR HOMING MISSILE
HULU LEDAK: 50 LB. CONVENTIONAL
JANGKAUAN: 50 mil
WING SPAN: 2,3 kaki
DIAMETER : 0,65 kaki
PANJANG: 11,8 kaki
BERAT: 660 pon
MESIN: SINGLE STAGE SOLID ROCKET
KONTROL: ACTIVE RADAR HOMING INTERCEPTOR MISSILE
KECEPATAN: MACH 5
              
Rudal R-77 adalah rudal "air to air" yang dibuat oleh Rusia untuk dibawa oleh pesawat tempur . Rudal R-77 dirancang untuk menghancurkan pesawat lain yang berada di luar jarak pandang. Rudal ini dikabarkan lebih baik dari rudal AIM-120 buatan Amerika Serikat. Rudal R-77 juga terlihat di dalam persenjataan Cina.


3M82 MOSKIT - SS-N-22 SUNBURN


JENIS: SUPERSONIC ANTI-SHIP CRUISE MISSILE
HULU LEDAK: 750 LB. CONVENTIONAL OR 200 KILOTON NUCLEAR
JANGKAUAN: 90 mil
WING SPAN: 6,2 kaki
DIAMATER: 2,5 kaki
PANJANG: 31,9 kaki
BERAT: 9,920 pon
MESIN: INTEGRATED ROCKET BOOSTER RAMJET SUSTAINER
KONTROL: ACTIVE RADAR HOMING SEA SKIMMER
KECEPATAN: MACH 2.5 AT SEA LEVEL
             
Rudal Moskit mungkin adalah rudal anti kapal yang paling mematikan di dunia. Moskit dirancang untuk terbang serendah 9 kaki dengan kecepatan 1.500 mil/jam.


ZVEZDA KH-31 (NATO AS-17 KRYPTON )


HULU LEDAK: 220 POUNDS
JANGKAUAN: 125 mil
DIAMETER: 1,2 kaki
PANJANG: 15,4 kaki
BERAT: 600 kg
MESIN: KEROSENE RAMJET
KONTROL: - ACTIVE/PASSIVE R/F SEEKER - DESIGNED TO ATTACK

  - PATRIOT AND AEGIS RADAR SYSTEMS
KECEPATAN: - MACH 2.7 (1,785 KEAS OR 3,010 FPS) AT 30 FEET

  - MACH 3.5+ AT ALTITUDE
  
Zvezda KH-31 merupakan rudal anti radar yang dirancang untuk menyerang sistem radar.


SS-X-27 TOPOL M


JENIS: STRATEGIC NUCLEAR MISSILE
HULU LEDAK: SINGLE 550 KILOTON THERMONUCLEAR MARV
JANGKAUAN: 9000 mil
WING SPAN: 6,06 kaki
DIAMETER: 6,06 kaki
PANJANG: 74,5 kaki
BERAT: 104.000 pon
MESIN : 3 STAGE SOLID ROCKET
KONTROL: INTERNAL/STELLAR
KECEPATAN: 15,000 mil/jam

Rusia mengeluarkan seri baru rudal berhulu ledak nuklir. Dapat membawa hulu ledak nuklir sebesar 550 kiloton. SS-27 juga telah diekspor ke Cina dan dengan lisensi Cina akan membuatnya dengan nama DF-41.


1 Mach = 1225 km/jam
1 lb=0,45359237 kg

Labels:

SISTEM RUDAL PATRIOT

MIM-14 Patriot adalah sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) yang digunakan oleh Angkatan Darat AS dan beberapa negara sekutunya. Patriot diproduksi oleh Raytheon Company dari Amerika Serikat, dan namanya diambil dari nama komponen Radar dari sistem rudal ini. AN/MPQ-53 yang merupakan jantung dari sistem rudal ini dikenal sebagai "Phased Array Tracking Radar to Intercept On Target" atau disingkat menjadi PATRIOT.

Sistem Patriot menggantikan sistem rudal Nike Hercules sebagai sistem Medium Air Defense (HIMAD) Angkatan Darat, dan juga menggantikan MIM-23 Hawk System sebagai sistem pertahanan udara taktis menengah Angkatan Darat AS.

Selain menjalankan peran tersebut, sistem rudal Patriot juga diberikan fungsi sebagai sistem anti-rudal balistik Angkatan Darat AS (ABM), yang kini menjadi misi utama Patriot.

Patriot menggunakan rudal pencegat udara canggih dan radar dengan kinerja tinggi. Patriot dikembangkan di Redstone Arsenal di Huntsville, Alabama, yang sebelumnya mengembangkan sistem Safeguard ABM dan komponennya yaitu rudal Spartan dan Sprint. Simbol untuk Patriot adalah gambar dari Minuteman era Perang Revolusi.










Sistem rudal Patriot telah dijual ke Taiwan, Mesir, Jerman, Yunani, Israel, Jepang, Kuwait, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania dan Spanyol. Pada tanggal 4 Desember 2012, NATO juga menyetujui untuk penempatan peluncur rudal Patriot di Turki guna melindungi negara itu dari rudal yang ditembakkan dari tetangganya Suriah yang saat ini sedang berlangsung perang sipil.

Kredit foto: AP via Pravda.ru

Labels:

Monday, 7 January 2013

INDONESIA KEMBANGKAN ROKET DENGAN JANGKAUAN 900 KM

Uji coba roket R Han 122 di Baturaja, Sumatera Selatan, Maret 2012. Foto: Kemhan

Untuk memperkuat alutsita dan pertahanan negara, Indonesia akan meningkatkan kemampuan produksi roketnya sendiri. Pada tahun 2013 nanti, Indonesia akan meluncurkan roket dengan jangkauan 100 km hingga 900 km. Demikian yang disampaikan Asisten Deputi Menristek Bidang Produktivitas Riset Iptek Strategis, Goenawan Wybiesana, dalam Evaluasi Akhir Tahun di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2012.

"Tahun depan kita akan mulai menguji statis maupun uji dinamis roket berdaya jangkau tiga digit (3 digit dalam ukuran kilometer - Artileri)," kata Goenawan.

Menurut Goenawan, untuk tahap awal lebih dulu dikembangkan 10-20 unit roket balistik kaliber 350 mm yang memiliki jangkauan 100 km. Selanjutnya akan dibuat roket balistik kaliber berikutnya (lebih besar), disusul roket kendali.

"Teknologi roket dibangun dari empat kemampuan yakni teknologi material, teknologi sistem kontrol, teknologi eksplosif dan propulsi serta teknologi mekatronik yang seluruhnya sudah dikuasai," ujar Goenawan.

Soal pendanaan proyek pengembangan roket tersebut, Kemristek yang merupakan bagian dari konsorsium roket akan menggelontorkan dana sebesar Rp10 miliar - Rp 15 miliar pada tahun depan. Selain Kemristek sendiri, anggota-anggota konsorsium roket adalah PT Pindad, PT DI, Lapan, PT Dahana, BPPT, LIPI, ITB, UGM, ITS, dan lainnya.

Sejak tahun 2005, Indonesia telah memulai Program Roket Nasional dengan mensinergikan berbagai lembaga terkait, dilanjutkan pembuatan desain awal dan uji prototipe serta pengembangan desain pada 2010.

Goenawan menjelaskan, pada 2011 konsorsium roket ini telah meluncurkan freeze prototype 1 (prototipe jadi) yang dibeli Kemhan lalu dinamai R Han 122 (Roket Pertahanan) untuk diproduksi secara massal melalui program 1.000 roket yang ditargetkan tercapai pada 2014.

Roket R Han 122 merupakan derivasi roket eksperimen rancangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), D230 tipe Rx 1210. R Han 122 awalnya berkaliber 122 mm dengan jangkauan 15 km, namun pada tahun yang sama (2011), jangkauannya ditingkatkan menjadi menjadi 25 km dan pada 2012 kaliber R Han ditingkatkan menjadi 200 mm dengan dengan jangkauan 35 km. Saat di uji coba di Baturaja, Sumatera Selatan pada Maret lalu dengan menembakkan 50 roket R-Han, rata-rata kecepatannya di kisaran 1,8 mach atau 2.205 km/jam.

Lapan telah sejak lama menguasai teknologi roket untuk kepentingan riset peluncuran satelit, bahkan sebelum diluncurkannya Program Roket Nasional untuk kepentingan pertahanan negara pada 2005. Saat ini teknologi roket hanya dikuasai negara tertentu. Untuk kawasan Asia negara yang terbilang maju dalam teknologi ini antara lain China, India, Korea Selatan, dan Korea Utara.

Sumber: ANTARA

Labels: ,

2014: RUSIA LUNCURKAN RUDAL HIPERSONIK TANPA HULU LEDAK



Pada tahun 2014, Rusia akan memproduksi dua rudal hipersonik, 77N6-N dan 77N6-N1. Rudal ini untuk melengkapi sistem rudal pertahanan udaranya, S-400 Triumph dan S-500 Prometheus. Departemen Pertahanan Rusia telah secara resmi menyatakan bahwa "dengan rudal-rudal baru tersebut, sistem rudal permukaan-ke-udara akan mampu menembak jatuh setiap sasaran terbang pada kecepatan hingga 7 km per detik, termasuk menghancurkan hulu ledak nuklir dan rudal balistik." Namun, sistem pertahanan rudal S-500 belum siap sepenuhnya, sedangkan pendahulunya S-400 saat hanya bisa meluncurkan rudal-rudal yang sudah ada, antara lain 48N6 dan 9M96.

Model 77N6-N dan 77N6-N1 akan menjadi rudal Rusia pertama dengan hulu ledak inert (tanpa reaksi/tenaga), yang dapat menghancurkan hulu ledak nuklir dengan kekuatan dampak (benturan/tumbukkannya), yaitu dengan memukul target dengan presisi di kecepatan tinggi. Tidak ada bahan peledak yang diperlukan untuk rudal ini. Perkiraan para insinyur menunjukkan bahwa tabrakan pada kecepatan 7km/detik dipastikan akan menghancurkan hampir semua objek terbang.

Rudal baru ini sangat penting untuk perkembangan lebih lanjut dari perisai anti-rudal di langit Rusia, karena sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara baru Rusia yaitu S-500 sudah masuk layanan namun belum dilengkapi rudal. Saat ini hanya S-400 yang dilengkapi dengan rudal, namun bukan rudal baru, masih menggunakan rudal yang sama yang digunakan pendahulunya S-300. Jangkauan S-300 sekitar 200 km, sedangkan S-400 dirancang untuk mencegat target pada jarak 400 km.



S-400 Triumph

Belum ada rudal baru yang lebih maju untuk melengkapi Angkatan Udara Rusia dan Angkatan Pertahanan Aerospace selain sistem S-400. Sejak tahun 2007, hanya tujuh divisi yang telah dipasok dengan sistem ini, dan 49 divisi lainnya masih menunggu, ini sesuai dengan data resmi Rusia perihal kurangnya rudal untuk ini.

Keadaan semakin buruk setelah produksi S-300 resmi dihentikan sepenuhnya. "S-300 yang terakhir diproduksi untuk Angkatan Darat Rusia pada tahun 1994," kata Igor Ashurbeili, co-chairman dewan pakar non-departemen pada pertahanan kedirgantaraan dan mantan kepala desainer di perusahaan pertahanan Rusia Almaz-Antey. "Sejak itu, Rusia hanya membuat sistem ini untuk diekspor, namun sekarang ekspor untuk S-300 juga telah dihentikan."

Moskow memang telah menolak kontrak dengan Iran pada tahun 2010 lalu, menyebabkan kehilangan pendapatan sekitar US$800 juta. "Salah satu masalah yang dihadapi oleh industri pertahanan Rusia adalah bahwa pesanan untuk S-300 sudah terhenti, namun belum merencanakan ekspor untuk S-400," kata Ashurbeili.

Desain dari S-400 juga belum sepenuhnya optimal. Sistem ini harus sepenuhnya kompatibel dengan rudal jarak pendek, menengah dan jauh. Saat ini S-400 hanya optimal untuk rudal jarak pendek yang dimaksudkan untuk memukul target di kisaran 150 km, soal ini tidak kendala. Rudal jarak menengah juga masih "mentah" dan desainnya juga masih harus ditingkatkan.

Rudal jarak jauh untuk sistem ini belum ada, meski rudal seperti ini akan menjadi penghalang serius bagi kendaraan musuh potensial, seperti Airborne Warning and Control Systems (AWACS). Tanpa rudal seperti ini, S-400 tidak bisa memenuhi tujuannya yaitu untuk mencegah target pada jarak jauh.


Radar-radar pertahanan udara Rusia

Adapun sistem masa depan S-500 Prometheus, "Itu adalah S-400, namun dengan rudal jarak jauh," kata Aleksandr Khramchikhin, wakil direktur dari Institut Analis Politik dan Militer Rusia. "S-500 baru akan sempurna pada 2020, tidak lebih awal," katanya. Saat ini, dan untuk 10 tahun kedepan, kemungkinan kemampuan Rusia untuk menghadapi serangan besar dari NATO masih rendah, dibutuhkan waktu lama untuk mengisi ulang amunisi S-300, sehingga dalam kasus terbaik Rusia hanya bisa mematahkan serangan gelombang pertama, yaitu sekitar 100 hingga 200 target yang bisa dilumpuhkan.

Ahli militer Vladislav Shurygin sependapat dengan Khramchikhin: "Untuk saat ini, S-500 masih merupakan mimpi, dan tidak ada yang tahu apakah nantinya akan terwujud atau tidak." Meskipun S-300 sudah harus diganti, namun belum ada pengganti yang cukup untuk mereka. "Inilah sebabnya mengapa Almaz-Antey dihadapkan dengan beberapa tugas yang sangat penting, menangani pengembangan sistem ini bukan hanya menentukan masa depan dari sistem pertahanan anti-rudal, namun juga menentukan nasib negara Rusia secara keseluruhan," Shurygin meyakinkan. Perusahaan ini masih mampu untuk memproduksi produk berkualitas tinggi, namun masih perlu untuk memodernisasi teknologi dan memperbaharui fasilitas produksi dengan cepat.

Dengan kata lain, produksi modern untuk sistem pertahanan rudal adalah tugas komperehensif yang memerlukan inovasi teknologi besar dan modernisasi fasilitas produksi yang ada.

Labels: ,

RUSIA TES SISTEM PERTAHANAN UDARA S-400 TRIUMPH

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph

Distrik militer selatan Rusia telah melangkah lebih dekat untuk mengadopsi sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph baru. Sukses uji coba penembakan sistem pertahanan udara ini terhadap target beberapa waktu lalu, lebih dekat membawa S-400 Triumph untuk segera ditempatkan di gugus tempur, menggantikan sistem rudal pertahahan udara sebelumnya S-300 PM, seperti yang dilaporkan media distrik setempat.

Distrik militer selatan dibentuk pada bulan Oktober 2010. Distrik ini terdiri dari republik Adygea, Dagestan, Ingushetia, KArbino-Balkaria, Kalmykia, Karachay-Cherkessia, Ossetia Utara, Checnya, Krasnodar, Stavropol, Astrakhan, Volgograd dan wilayah Rostov.

S-400 Triumph adalah sistem pertahanan udara jarak menengah dan jauh yang secara efektif dapat melumpuhkan setiap sasaran udara, termasuk pesawat, kendaraan udara tak berawak (UAV), rudal jelajah dan balistik di jarak hingga 250 mil (400 km) dan dengan ketinggian hingga 18,6 mil (250 km).

Rusia sudah memiliki empat resimen S-400 yang melindungi wilayah udara nasional di sekitar ibukota Moskow, di Timur Jauh dan di Kaliningrad. Pada tahun 2020, Rusia berencana untuk memiliki 28 resimen S-400, yang masing-masing terdiri dari dua batalyon yang utamanya akan diposisikan di daerah maritim dan perbatasan.

Berikut infographic yang menggambarkan karakteristik dan spesifikasi dari sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph. (Klik pada gambar)

S-400 Triumph

Labels: ,

RUDAL BALISTIK RUSIA ANTARBENUA "TOPOL-M"


Topol-M (kode nama NATO:SS-27) adalah rudal balistik antarbenua (ICBM - intercontinental ballistic missile) yang saat ini berada dalam layanan pasukan Roket Strategis Rusia (RVSN). Topol-M dikembangkan oleh Institut Teknologi Termal Moskow (MITT) dan merupakan versi upgrade dari rudal Topol RS-12M.

Topol-M adalah ICBM pertama kali yang dikembangkan oleh Rusia setelah pecahnya Uni Soviet. Rudal ini diluncurkan dari silo bawah tanah -Silo=bangunan bawah tanah tempat peluru kendali-.

Sekitar 52 rudal Topol-M peluncuran silo (silo-based) dan 18 Topol-M bergerak (mobile) sudah melengkapi Angkatan Darat Rusia per Januari 2011. Sebanyak 450-500 rudal diharapkan akan dikerahkan antara 2015 dan 2020.

Pengembangan Topol-M
Pengembangan Topol-M digagas oleh MITT dan Biro Desain Yuzhnoye pada akhir tahun 1980-an. Namun, Yuzhnoye yang merupakan perusahaan Ukraina, menarik diri dari program, dan semua dokumentasi diambil oleh MITT pada tahun 1992, menyusul pembubaran Uni Soviet.


Pengembangan Topol-M dikonsolidasikan dan telah disetujui oleh pemerintah Rusia pada tahun 1993. Konsorsium dipimpin oleh produsen MITT dengan melibatkan sekitar 500 perusahaan Rusia. Perakitan akhir dibuat di Pabrik Mekanik Votkinsk.


Topol pertama diuji coba pada bulan Desember 1994. Resimen silo-based pertama dinyatakan operasional pada tahun 1998. Sistem rudal antarbenua ini secara resmi diterima ke dalam layanan pada bulan April 2000.

Tes pertama dari Topol-M peluncur mobile dilakukan pada bulan April 2004. Versi pertama dari Topol jenis ini diserahterimakan kepada Federasi Rusia pada tahun 1995.

Tiga unit Topol-M pertama peluncuran mobile memasuki layanan dengan unit rudal Rusia dan ditempatkan dekat kota Teykovo pada bulan Desember 2006. RS-24, varian multiwarhead dari rudal Topol-M, pertama kali diuji tembak dari situs peluncuran Utara pada Mei 2007. Sebuah varian rudal Topol yang mampu membawa beberapa hulu ledak independen.


Fitur ICBM Topol-M
Topol-M adalah ICBM solid-propelan tiga tahap. Membawa hulu ledak nuklir tunggal di bawah perjanjian pengawasan senjata AS-Rusia. Di desain dapat membawa hulu ledak MIRV. Kisaran jangkauan Topol-M adalah 11.000 km dengan kecepatan 17.400 km/jam.

Rudal ini diluncurkan dengan menggunakan booster khusus yang disebut PAD yang merupakan tahap pertama untuk menembak ke udara dengan mendorong rudal keluar dari wadah penyimpanan (kontainer). Motor ini dikembangkan oleh Soyuz Federal Centre for Dual-Use Technologies.

Topol-M dibimbing oleh sistem navigasi otonom digital inersia menggunakan receiver GLONASS onboard. Waktu pembakaran mesin diperpendek untuk menghindari deteksi selama fase dorongan oleh satelit surveilans peluncuran rudal di masa sekarang dan masa depan.

Topol-M dapat melakukan manuver untuk mengelak dari tembakan rudal pencegat (sistem rudal pertahanan udara). Lintasan balistik Topol-M yang datar menjadikan rudal anti-balistik (ABM) sulit mengintersepnya.

Rudal antarbenua ini juga terlindung dari radiasi, electromagnetic pulse (EMP) dan ledakan nuklir, dan mampu menahan tembakan dari senjata/teknologi laser.


Platform Peluncuran Topol-M
Terdapat sekitar sepuluh silo-based yang terisolasi di Rusia untuk meluncurkan rudal ini. Silo bawah tanah ini awalnya dikembangkan untuk rudal R-36M dan UR-100N. Elemen-elemen pada silo yang berharga mahal tetap digunakan seperti protective covers dan sistem kontrol dengan sedikit perubahan. Dari silo-based, Topol-M tetap memakai kontrol peluncuran dan sistem komunikasi yang sudah ada (untuk R-36M dan UR-100N).

Situs peluncuran bawah tanah ini terdiri dari bunker kontrol dan komando, keamanan, power supply dan sistem deteksi ledakan nuklir. Komplek peluncuran ini didesain dapat menahan serangan tinggi senjata-senjata konvensional.


Rudal Topol-M versi peluncuran mobile ditembakkan dari sebuah tabung peluncur transporter erektor (TEL) yang dipasang pada truk besar MZKT-79921, sebuah truk delapan poros yang dimodifikasi. TEL ini dikembangkan oleh Biro Desain Pusat Titan dan diproduksi di pabrik Barrikady.

Topol-M mobile dapat diluncurkan setiap saat, bahkan pada saat melalui medan yang buruk. Chassis-nya dengan jack untuk peluncuran. Dilengkapi Gas Onboard dan sistem hidrolik untuk tetap mempertahankan ketinggian kontainer peluncuran.

Karakteristik dan Spesifikasi

Tipe: Intercontinental ballistic missile
Asal: Rusia
Pengembang: Moscow Institute of Technology Thermal (MITT)
Operator: Angkatan Darat Rusia
Panjang: 22,7 m
Diameter: 1,9 m
Kecepatan: 17.400 km /jam
Jangkauan: 11.000 km

Labels: ,