"Article ZoOm"

Tuesday, 23 April 2013


Helm Cerdas dan Seragam Untuk Tentara Masa Depan


Selama 30 tahun terakhir, seragam militer telah jauh berubah. Selain menggunakan bahan baku baru, seragam militer kini dapat terhubung dengan komputer. Saat ini komputer sudah banyak tersebar di semua tingkat komando. Semua kecanggihan dari seragam, senjata dan perlengkapan personel bisa diperoleh, tinggal tergantung dari seberapa besar dana yang digelontorkan pemerintah.

Pada tahun 2025 nanti, helm militer untuk pasukan darat akan mewakili sistem pribadi yang akan digunakan untuk membawa sistem komunikasi kecil, super-ringan, plus sistem untuk bertahan hidup. Para ilmuwan Inggris dan Perancis memprediksi bahwa helm tempur di masa depan benar-benar akan menutupi seluruh kepala dan dilengkapi kamera slide-out.

Helm akan dibuat dari kevlar atau nilon balistik dengan traumatic gasket untuk melindungi tentara dari dampak peluru. Pelindung mata akan memiliki efek shading - ini akan dibuat dengan menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan untuk produksi kacamata. Perisai akan berfungsi untuk melindungi mata tentara dari berkedip tiba-tiba, misalnya, saat terjadi ledakan bom/rudal atau cahaya yang kuat.

Di bagian bawah helm, di mana wajah tetap terbuka, akan dilengkapi dengan sistem filter ganda yang dipasang di sisi helm. Filter ini akan menjamin perlindungan optimal bagi tentara dari senjata kimia dan biologi, serta dari zat beracun radioaktif dan lainnya. Singkatnya, tentara akan benar-benar terlindungi dari bahaya yang kadang-kadang tidak terdeteksi.

Untuk komunikasi pribadi, helm masa depan akan memiliki mikrofon (built-in), mirip dengan helm masa kini yang digunakan oleh pilot. Untuk komunikasi darurat, untuk memberi perintah kepada sekelompok tentara, helm akan dilengkapi dengan voice box. Voice box ini akan mencakup perangkat penerjemah, sehingga seseorang bisa berbicara dengan bahasanya negaranya sendiri.

Untuk operasi di daerah gelap, seperti di dalam sebuah gedung, helm akan dilengkapi dengan sumber cahaya. Tidak perlu menggerakkan tangan (senter dll) untuk melihat, cahaya akan otomatis diarahkan ke mana tentara itu melihat. Tidak hanya itu, helm masa depan ini akan memiliki sistem minum terpadu, mirip dengan respirator tentara Inggris saat ini. Helm masa depan setidaknya akan berbobot 1,5-2 kilogram - hampir sama beratnya dengan helm yang digunakan oleh pilot helikopter militer.


Seragam tempur infanteri dari tim respon cepat akan dibuat dengan dasar teknologi all-in-one. Tidak mirip dengan seragam infanteri dan tanker modern saat ini, yang semua alat yang dibutuhkan tergantung pada sabuk. Karena desainnya yang unik, seragam ini akan dijahit secara individual untuk setiap prajurit.

Seragam tempur masa depan tidak akan lebih tebal dari setelan menyelam saat ini. Kain yang digunakan pada seragam akan memiliki struktur kapiler, dengan kandungan zat gelatin dalam bentuk mosaik yang berguna untuk melindungi seseorang dari panas atau dingin yang berlebih. Dulu, teknologi pakaian-pemanas pernah dirancang untuk para awak pesawat pembom B-17 selama Perang Dunia II.

Di masa depan, kain seragam akan memiliki sifat tahan api dan air. Seragam ini juga akan dapat berubah warna sesuai dengan lokasi misi seorang tentara. Microdots ditanamkan ke permukaan seragam, berisi pigmentasi kimia yang memungkinkan kain untuk berubah warna dan pola untuk mengaburkan siluet manusia. Teknologi ini tidak akan membuat tentara tak terlihat, tetapi akan membuatnya lebih sulit untuk dideteksi, seperti bunglon.

Perangkat ini sudah sudah dipersiapkan dan akan semakin dikembangkan, dan tidak ada alasan untuk tidak meng-upgrade seragam tentara pada tahun 2025 nanti

Sarung tangan akan sangat lembut untuk memastikan kenyamanan dalam mobilitas maksimum, dan pada saat yang sama akan cukup tebal untuk melindungi tentara dari bahan kimia. Sepatu boot akan cukup tinggi, namun akan memiliki sol lebih tebal untuk menetralkan daya kejut yang besar. Sol juga akan memiliki perlindungan terhadap bahan kimia, termasuk cairan yang dapat melumerkan plastik. Baik sepatu bot dan sarung tangan akan terhubung dengan seragam pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki untuk memastikan perlindungan terhadap senjata nuklir. Setiap infanteri akan memakai perangkat kecil di pergelangan tangan untuk menentukan tingkat kontaminasi di lingkungan sekitarnya, termasuk tingkat radiasi.


Kantong kargo dan kantong dengan flaps akan ditempatkan pada bagian lain dari seragam. Sebagai contoh, sebuah saku di lengan kanan akan berisi pil dan suntik oksidan dengan atropin. Sebuah saku di lengan kiri akan berisi self-adhesive patch untuk memperbaiki bagian seragam yang rusak. Kantong di kaki kiri akan berisi kit pertolongan pertama, perban dan jarum suntik dengan obat penghilang rasa sakit. Kantong di kaki kanan akan berisi persediaan makanan selama 24 jam.

Ikat pinggang akan dilengkapi dengan granat dan botol air, berbagai alat dan bayonet. Ada kemungkinan bahwa pada tahun 2025, infanteri akan memiliki radar dan laser kecil namun sangat kuat. GPS akan dipasang pada lengan kanan.

Perangkat ini sudah sudah dipersiapkan dan akan semakin dikembangkan, dan tidak ada alasan untuk tidak meng-upgrade seragam tentara pada tahun 2025 nanti. Sangat menguntungkan, masing-masing infanteri akan menentukan posisinya di medan perang, sementara sang komandan dapat mengawasi anak buahnya bergerak.

Infanteri masa depan juga akan dilengkapi dengan perangkat penglihatan pada malam hari dan ransel. Senjata-senjata yang akan digunakan pasukan darat pada tahun 2025 tidak akan berbeda jauh dari senjata yang digunakan pada abad ke-20. Ada sejumlah alasan yang menunjukkan bahwa senapan serbu di masa depan akan menjadi satu standar. Ada tiga jenis senapan serbu seperti yang digunakan saat ini. Mereka adalah Steyr Pull (Austria), FAMAS (Perancis) dan SA80 (Inggris). Kaliber 5,6 mm-NATO adalah salah satu standar yang mungkin akan menjadi universal. Kemungkinan besar, senapan masa depan akan memiliki kaliber yang sama, namun dengan daya destruktif yang lebih besar.

Pada tahun 2025, senapan akan memiliki peluncur granat built-in, mungkin dari kaliber 40 milimeter, karena kaliber inilah yang paling nyaman digunakan. Divisi pejuang akan memiliki penembak jitu yang bersenjatakan senapan dan peluru smoothbore dipandu (guided). Peluncur granat akan menembakkan amunisi terprogram yang akan mampu mengubah lintasan penerbangan dan bahkan terbang di balik sudut bangunan atau langsung ke parit. (FS)

Labels:

Sunday, 7 April 2013


AS KIRIM BATALION KIMIA KE KOREA SELATAN


Batalion kimia AS melakukan demonstrasi peralatan saat upacara kedatangan mereka ke Korea Selatan di Camp Stanley di Uijeongbu, sebelah utara Seoul, Kamis, 4 April 2013. Batalion ini akan menangani tugas deteksi dan patroli senjata pemusnah massal serta penghapusan polusi.

Amerika Serikat telah mengirimkan batalion kimia ke Korea Selatan guna menghadapi kemungkinan serangan nuklir, biologi dan kimia dari Korea Utara yang sebelumnya telah mengancam akan menyerang AS dengan senjata nuklir.

Laporan-laporan mengatakan sekitar 250 tentara dari batalion kimia AS telah bertolak Korea Selatan. Pasukan ini ditempatkan di Kamp Stanley di Uijeongbu, utara Seoul.

Sementara itu, komite Korea Utara untuk Reunifikasi Damai Korea (CPRK) mengatakan bahwa pengiriman pasukan kimia ini adalah "ilham" bagi Amerika Serikat untuk memaksakan bencana nuklir di negara Korea.

"Selama Perang Korea, AS tanpa pandang bulu telah menggunakan senjata kuman (biologi) dan kimia terhadap rakyat Korea, membuat dunia takjub," kata CPRK pada hari Rabu. "AS sekarang berusaha untuk mengulangi kejahatan kemanusiaan tersebut."





Perang kata-kata meningkat antara Washington dan Pyongyang setelah partisipasi pesawat pembom nuklir AS B-52 dan pembom siluman B-2 dalam latihan gabungan militer AS dengan Korea Selatan.

Militer Korea Utara mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa mereka telah menerima persetujuan akhir untuk melancarkan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat dalam menanggapi ancaman Washington.

Staf Umum Tentara Rakyat Korea (KPA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ancaman oleh AS akan "dihancurkan oleh ... sesuatu yang mutakhir yang kecil, ringan dan berbagai teknik serangan nuklir."

Pentagon mengatakan akan mengerahkan sistem anti-rudal canggih ke pulau Pasifik Guam. Penyebaran sistem rudal adalah "langkah pencegahan untuk memperkuat postur pertahanan regional kita terhadap ancaman rudal balistik dari Korea Utara," kata Pentagon.

Sistem anti rudal termasuk peluncur pada truk, pelengkap dari rudal pencegat, radar pelacak AN/TPY-2 dan sistem kontrol tembak yang terintegrasi. (PT)

Kredit foto : REUTERS / Lee Jae-Won/pj

Refrensi: [artileri]

Labels:

Wednesday, 27 March 2013


PROGRAM TENTARA MASA DEPAN RUSIA-PRANCIS



Hubungan militer antara Rusia dan Prancis kian erat. Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov setelah kembali dari kunjungannya ke Prancis, secara resmi mengumumkan bahwa militer Rusia akan membeli beberapa set perlengkapan tentara masa depan Felin buatan Perancis.

Rusia akan membandingkan sistem perlengkapan tentara masa depan Prancis dengan karya sejenis dari perusahaan Ratnika Future Soldier (Warrior) lalu akan ditentukan apakah Rusia akan membeli peralatan tersebut (atau beberapa bagian saja) bagi tentaranya di abad 21 ini.

Militer Rusia mencoba berfikir dengan logikanya sendiri. Dalam hal ini, selama ini Rusia telah "tidur" dan kini berusaha mengejar ketinggalannya dari negara-negara lain di Eropa atau Amerika Serikat. Sekarang, Rusia telah menginvestasikan dana dan waktu untuk pengembangannya, mereka terinspirasi dari proyek-proyek investasi asing. Memang cukup ironis, jet tempur, kapal selam, rudal balistik, nuklir hingga senapan serbu Rusia adalah produk kelas wahid, namun mereka melupakan suatu sistem "kecil" untuk perlengkapan tentara mereka yang tak kalah pentingnya dari semua itu.


Isu pertama yang mengatakan Rusia akan membeli perlengkapa tentara Felin muncul di media pada tahun 2009 lalu, namun Pemerintah Rusia membantah semua pemberitaan itu. Namun, pada akhir tahun 2009, Staf Umum Rusia menegaskan niatnya untuk membeli perlengkapan tentara asing untuk tentaranya. Akhirnya pada tahun 2011, Wakil Menteri Pertahanan Vladimir Popovkin resmi mengkonfirmasi rencana Rusia untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek internasional dari perlengkapan tentara masa depan.

Menteri Pertahanan Rusia Serdyukov mengatakan : "Kami ingin mempelajari hal ini dari negara lain, industri dalam negeri selama ini tidak menciptakannya." Ditambahkannya : "Kami harus berfikir tentang ini, berusaha mempelajari, menjelaskan dan memutuskan apakah kami ingin mengembangkan sistem ini dengan komponen Barat, atau seluruhnya dengan tidak memakai produk dari produksi dalam negeri."


Rusia dan Perancis bekerjasama di bidang peralatan modern untuk militer bukanlah satu-satunya hasil yang diperoleh dari kunjungan Menteri Pertahanan Rusia ke Prancis. Rusia juga bersama-sama Prancis menyatukan komitmen untuk memodernisasi pesawat pengintai jarak jauh Ilyushin Il-38N untuk operasi anti-pembajakan.

Seperti yang diisukan media, Rusia juga akan membeli helikopter boat Mistral dari Prancis dan menggandeng Prancis dalam proyek kendaraan lapis baja beroda baru untuk tentara Rusia. Baru-baru ini, dikabarkan Rusia juga membeli amunisi artileri modern dari Prancis.


Kini, Anatoly Serdyukov tidak lagi menjabat sebagai Menteri Pertahanan Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin memecatnya pada 6 November lalu sehubungan dengan dengan dugaan korupsi miliaran rubel dalam penjualan alat pertahanan. Sebelumnya Putin sempat bimbang mengumumkan pemecatan tersebut, mengingat Serdyukov adalah pendukung setianya selama bertahun-tahun.



Semua gambar diatas adalah perlengkapan untuk tentara "Felin" buatan Prancis

Labels: